Mitsubishi Persiapkan Lancer Evo X ke WRC


JAKARTA, KAMIS- Mitsubishi Motor Company (MMC) Jepang mengumumkan ingin kembali meramaikan arena kejuaraan reli dunia (World Rallying Championship). Sejak 2005, mobil berlambang tiga berlian itu mundur sebagai tim pabrikan, tapi peserta perorangan atau klub masih ada yang mengendarai Mitsubishi di berbagai kejuaraan reli, baik nasional maupun internasional.

Kala mundur dulu, pihak MMC sudah menegaskan mereka pasti akan kembali lagi. Namun pengumuman ini lebih cepat dari rencana sebelumnya. Lomba yang dibidik dalam waktu dekat, yakni kejuaraan seri WRC di negeri sendiri, (Jepang) atau ditampilkan di beberapa reli nasional di negeri matahari terbit itu.

Salah satu yang memotivasi Mitsubishi menyodorkan mobil ke reli Jepang, ingin menguji, selain kendaraan juga beberapa komponen. Sambil menunggu pengesahan dari FIA (Federation Internationale de L’Automobile).

Adapun kendaraan yang sudah didaftarkan ke FIA , Lancer Evolution (Evo) X versi jalan raya (course car). Dan diharapkan masuk musim panas ini sudah keluar pengesahannya (homologation). Kendati masih menunggu, di beberapa reli nasional di Jepang, Evo X ini sudah diterjunkan sebagai double zero (OO) dan zero (O) atau pembukan jalan.

Meski sebagai pembuka jalan, namun persiapannnya sudah seperti mengikuti reli. Termasuk beberapa teknologi baru sudah dipakai. Seperti roll cage yang menyatu dengan penguatan yang intensif.

RalliArt yang selama ini menjadi mitra membangun mobil reli Mitsubishi diminta membuat beberapa komponen. Seperti di antaranya gigi transmisi, rem dan close ratio. Sedang eksterior kebagian membuat pelindung bawah (floor guard) mesin dan tangki, sump guard dan penahan lumpur. Termasuk bangku pengemudi dan co-driver dengan sabuk pengaman lima titik.

Apakah Lancer Evo X ini akan sukses? Rasanya bisa melakukan persaingan yang selama ini diramaikan antara Citroen, Ford dan Subaru. Karena Mitsubishi pernah punya prestasi spektakuler, yakni menghantar pereli Tommi Makinen (Finlandia) meraih juara dunia 4 kali berturut-turut (1996 – 1999) dengan Lancer Evo III dan Evo IV. Ketika ganti mobil dengan Evo VI, prestasi tak secemerlang generasi sebelumnya dan Tommi kelanjur mundur.

Di Indonesia, ketika pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia (1996 dan 1997) sebagian besar pereli nasional mengendarai Mitsubishi. Kini pun, seperti Subhan Aksa, Rizal Sungkar dan Akbar Hadianto masih setia di belakang kemudi Mitsubishi.

Dikutip dari :
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/06/05/15513210/mitsubishi.
persiapkan.lancer.evo.x.ke.wrc

Iklan

Mitsubishi Tampilkan Lancer untuk Reli Dakar 2010


JAKARTA, JUMAT – Batalnya pementasan reli paling ganas di dunia, Dakar Rally, tahun lalu karena menyangkut keselamatan tidak berarti tamat buat lomba yang membelah samudra padang pasir di Afrika itu. Justru event yang digagas oleh mendiang Thierry Sabine dengan organisasinya, Thierry Sabine Organizations (TSO) pada 1970-an, rencananya akan dialihkan dari Arab ke Amerika Selatan.

Untuk menyambut penyelenggaraan di medan baru itu, Mitsubishi tidak berencana mengubah secara historis penampilan mereka. Beberapa waktu lalu pihak prinsipal Jepang mengumumkan akan mengembangkan Mitsubishi Lancer sebagai senjata andalan untuk menaklukkan reli maraton ini.

Apalagi, federasi otomotif internasional (FIA) memiliki rencana dengan regulasi baru. Pada 2010, kendaraan yang mengikuti lomba bermesin diesel 3.0L V6 turbocharged. Mitsubishi sendiri sudah mulai melakukan pengembangan selama babak kualifikasi Reli Dakar dan melalui event kejuaraan dunia reli panjang.

Melalui mesin diesel itu didapat tenaga 260 hp dengan torsi 650 Nm untuk menggerakkan keempat roda (4WD) yang dilengkapi limited slip central differential. Bodinya sendiri terbuat dari bahan serat karbon. Lancer berbodi seperti Pajero ini baru akan diterjunkan pada 2010, sementara untuk tahun ini masih tetap mengandalkan bodi lama.

Dikutip dari :
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/08/08/06213533/mitsubishi.
tampilkan.lancer.untuk.reli.dakar.2010

Mitsubishi Lancer Evo X Sarat Teknologi Canggih


Ketika mencoba Mitsubishi Lancer Evolution X (baca; Ten-red) di sirkuit Sentul (15/8), yang disediakan oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB)dalam acara Experiance Driving with Style tak cuma kagum terhadap sedan legendaris di arena reli dunia itu. Alangkah bangga bila bisa memilikinya.

Bagaimana tidak. Desain eksterior generasi keempat (Generasi I; Lancer Evo- Evo III, Generasi II; Evo IV – VII, Generasi III, Evo VIII- IX) dari Lancer Evolution sebagai sedan sport bertenaga hebat sudah tercerminkan. Nggak usah dimodifikasi lagi bodinya, tongkrongan standarnya saja bisa membuat kita kagum.

Model Ikan Hiu
Perhatikan bagian depannya. Model gril trapesium (mulut lebar) berfungsi menyalurkan udara yang banyak ke intercooler dan mendinginkan mesin tipe 4B11 berkapasitas 2.000 cc DOHC 16 Valve MIVEC (Mitsubishi Innovative Timing Electronic Control). Dipadu dengan moncong mobil ala ikan Hiu untuk meraih aerodinamis yang tinggi, mengentalkan sebagai sedan sport masa kini.

Kesan itu kian kuat manakala melongok ke belakang.Sayap belakang dengan model lekukan, lebarnya disesuaikan kaca belakang. Kemudian knalpot (muffler) ganda yang kedua ujungnya diberi krom.

Apa hanya depan saja jadi ciri khas sedan sport? Tampilan sporty sudah terwakilkan melalui dua kursi depan semi-bucket buatan Recaro yang dilengkapi pemanas kursi. Model dasbor yang landai memberikan pandangan sangat luas buat pengemudi serta interior yang lapang.

Sesuai peruntukkannya sebagai sedan sport, konsentrasi pengemudi pun ikut diprioritaskan. Selain melalui rancangan dasbor, semua kontrol dipusatkan di roda kemudi yang mempunyai diameter untuk sport (lingkarannya lebih sedikit lebih kecil dari standar, tapi genggamannya lebih besar dari standar). Dari kemudi itu bisa dikontrol audio, kecepatan (cruise control) dan handsfree telepon.

Termasuk pengoperasian gigi persneling yang sudah dilengkapi teknologi TC-SST (Twin Clucth Super Shift Transmission). Perpindahannya bisa dilakukan secara manual atau otomatis dengan 6 tingkat percepatan (6-speed). Bahkan untuk sistem manual, perpindahan setiap gigi diciptakan model F1 dengan menekan pelat yang berada di belakang setir.

Super All Wheel Control (S-AWC)
Kala mendapat kesempatan mengitari sirkuit Sentul berjarak 4,7 km itu dengan Lancer Evo X, Kompas.com ditemani pembalap nasional Moreno Soeprapto. Ia menjelaskan, tak usah takut melakukan menuver di tikungan ini. Setiap kesalahan sudah diprotek oleh Super All Wheel Control (S-AWC).

Khusus buat Kompas.com, Reno – panggilan akrab Moreno – menyetel sistem perpindahan transmisinya pada “Super Sport” (tingkat tertinggi). Benar saja, dengan memakai perpindahan gigi manual, tak cuma akselerasi yang ganas. Perpindahan tiap gigi (naik) terasa sangat padat (tidak ada kekosongan). Beda ketika diturunkan dari “Super Sport” ke “Sport” (bisa dioperasikan sambil jalan, begitu juga dari Sport ke Normal), akselerasi tiap gigi masih ada jedahnya (tapi sangat kecil).

Saat manuver di tikungan dengan line (jalur) yang sedikit salah, mobil tidak melintir. Kesalahan itu sudah dieliminir oleh ASC (Active Stability Control). Dan gejala roda mengunci kala melakukan pengereman keras juga terhindar berkat ABS.

Menariknya, Lancer Evo X ini tak cuma bisa merayap di trek aspal. Permukaan jalan sedikit kasar dapat dilahapnya karena dilengkapi sistem gerak empat roda dan ACD (Active Center Differential) dan AYC (Active Yaw Control) yang mengontrol kerja gerak roda belakang.

Pantas kalau sedan sport ini ditawari dengan harga sekitar Rp 900 juta. Mengingat sarat dengan teknologi kenyamanan dan keamanan.

Dikutip dari :
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/08/17/08315649/mitsubishi.
lancer.evo.x.sarat.teknologi.canggih