Di Kerajaannya, Rossi Janji Bangkit

http://www.detiksport.com/images/content/2009/05/27/81/Rossi2-REU-isi.jpgMugello – Sirkuit Mugello sangat identik dengan seorang Valentino Rossi. Di sirkuit yang sangat dikuasainya itu, The Doctor berjanji untuk bangkit dari kegagalan di MotoGP Prancis.

Rossi memang layak diberi gelar ‘Raja Mugello’ atau ‘Raja Italia’. Pasalnya, tujuh gelaran terakhir MotoGP Italia berhasil dijuarai oleh pembalap asal kota Urbino tersebut.

Seperti kebetulan kalau seri Italia akan berlangsung dua pekan setelah di Sirkuit Le Mans, Rossi melakoni sebuah balapan yang buruk dengan hanya berhasil finis di posisi ke-16.

Rossi mengakui kalau tekanan untuk meneruskan dominasinya di Mugello sedikit membesar. Meski tak akan mudah untuk berkuasa lagi, pembalap Yamaha itu percaya ini adalah momen yang tepat untuk bangkit dari kegagalan.

“Membalap di Mugello adalah sesuatu yang menakjubkan buat saya. Namun setiap tahun, semakin sulit untuk meneruskan rekor saya. Menang tujuh kali secara beruntun sudah cukup banyak,” tutur Rossi di Autosport.

“Menuju ke sana, saya merasakan tekanan. Tetapi pada saat yang sama, ini selalu menyenangkan. Para fans memberi saya motivasi ekstra yang bisa membantu saya untuk tampil dengan berbeda di sana,” tukasnya.

Akibat kegagalannya meraup sebiji pun angka di Prancis, kekuasaan Rossi di puncak klasemen pembalap lepas ke tangan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Di Mugello, Rossi bertekad untuk meraih yang terbaik.

“Setelah Le Mans, saya benar-benar butuh hasil bagus. Itu mengecewakan, tetapi semua orang kadang kala mendapat hari buruk dan saat itu giliran kami,” ulas pembalap berusia 30 tahun itu.

“Semuanya masih mungkin berjalan dengan buruk. Tapi semoga saja ketidakberuntungan kami berhenti di situ dan sekarang, di balapan kandang, kami akan kembali ke penampilan terbaik,” tuntas Rossi.

Dikutip Dari :

http://www.detiksport.com/read/2009/05/27/030706/1137683/81/di-kerajaannya-rossi-janji-bangkit

Mengganti Tampilan Boot Loader

Nah, jika Anda menginstal beberapa sistem operasi dengan dual boot, triple boot, atau quad boot sekalipun, Anda akan diberi pilihan sistem operasi yang akan digunakan begitu Anda menyalakan PC. Pilihan itulah yang disebut boot loader. Boot loader yang sering dijumpai pada umumnya adalah bawaan atau standar dari Microsoft.

Pilihan standar sistem operasi yang muncul di boot loader  yang muncul ialah sistem operasi yang diinstal terakhir kali dengan waktu jeda standar 30 detik. Kalau dalam waktu 30 detik pengguna PC tidak memilih, sistem operasi standar akan dijalankan.

Sebetulnya Anda juga dapat mengganti aturan boot loader itu sesuai dengan keinginan Anda sendiri. Anda juga dapat menentukan waktu jeda dan sistem operasi standar yang terpilih ketika boot loader aktif. Caranya adalah sebagai berikut ini.

1.      Klik [Start], lalu klik kanan pada menu [Computer].

2.      Pilih [Properties].

3.      Pada kolom Task, pilih menu [Advanced System Settings].

4.      Di jendela System Properties, pilih tab [Advanced].

5.      Tekan tombol [Settings] pada bagian Startup and recovery.

6.      Pada Default perating System pilih sistem operasi apa yang akan dipilih secara otomatis pada saat boot loader tampil.

7.      Time to display list of operating system adalah waktu untuk menampilkan boot loader. Anda dapat mengatur waktu tampil boot loader dari seting ini. Kolom ini menggunakan satuan detik.

8.      Setelah pengaturan selesai, klik [OK].

Dikutip DARI :

http://www.tabloidpcplus.com/index.php/news/read/188/Mengganti%20Tampilan%20Boot%20Loader

Deteksi Virus PC dari Flash Disk

Duken Marga Turnip
duken_mt@yahoo.co.id
 

Ada tidaknya virus pada PC bisa dideteksi dengan aplikasi virus portabel yang ada di flash disk (UFD). Berguna untuk mengamankan UFD dari virus dan membasmi virus.

Komputer bisa terinfeksi virus lewat USB flash disk (UFD). Tapi, dari mana virus di UFD itu berasal. Dari komputer yang sudah terinfeksi, tentunya. Contohnya komputer-komputer di warnet-warnet. Jadi, cegah juga masuknya virus ke dalam UFD. Caranya adalah dengan memindai komputer yang hendak dicoloki UFD.

Kita bisa menjalankan antivirus yang portable—antivirus yang disimpan di UFD, tak perlu diinstal di komputer untuk bisa berjalan. Dengan antivirus itu, komputer akan dipindai. Hmm… memang, tidak butuh waktu yang sedikit, apalgi kalau komputer memiliki file yang sangat banyak. Tetapi, memang seperti itulah kenyataan dalam dunia TI—kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan.
   Yang kita butuhkan adalah antivirus portable, seperti AntivirX, ClamWin yang bisa diunduh dari http://www.clamwin.com. Kita juga perlu membuat sebuah file yang jalan otomatis ketika UFD dicolok. File itu akan menjalankan antivirus yang ada di UFD. Ini mirip dengan file jalan otomatis yang sering terdapat pada CD instalasi program.
Buka Notepad dan ketikkan baris-baris perintah berikut ini.
[autorun]
Open=antivirus.exe
Action=Open Anti Virus Portable!
Icon=icon.ico
Label=Your_Name
Kalau sudah, simpan dengan nama autorun.inf. Agar tidak jadi file TXT, ubah Save as Type menjadi [All Files].
Berikut ini adalah penjelasan ringkas mengenai perintah-perintah dalam file autorun.inf tadi.
Perintah “Open” adalah perintah untuk membuka antivirus tersebut. Perintah Open diikuti dengan file yang menjalankan antivirus. Jadi, ganti “antivirus.exe” di perintah itu dengan nama file antivirus yang digunakan. Misalnya, nama file antivirusnya “antivirx.exe” maka perintah tersebut menjadi “Open=clamwin.exe”. Nah, kalau file itu berada di dalam folder lain—misalnya folder AntivirX 1.0, perintah itu berubah menjadi “Open=AntivirX 1.0-clamwin.exe”.
Perintah “Action”berguna untuk menampilkan kalimat pada kotak dialog ketika antivirus akan dijalankan. Kalimat yang mengikuti perintah ini boleh diganti dengan kata-kata lain.
Perintah “Icon” berfungsi untuk mengganti ikon standar UFD yang tampil pada Windows Explorer. Enggak ada fungsi khusus yang berkaitan dengan antivirus, ikon itu cuma mempercantik saja. Tentu saja file ikon harus ada juga di UFD. Nama file yang pada contoh “icon.ico” diganti sesuai dengan nama file ikon yang digunakan.
Terakhir, perintah “Label” berfungsi ntuk memberikan nama dari pada UFD. Sama seperti perintah “Icon”, perintah ini juga enggak ada hubungannya dengan usaha pencegahan masuknya virus.
Atribut file autorun.inf itu baiknya dibuat menjadi “Read-Only”–cuma bisa dibaca, tidak bisa diubah-ubah. Kalau tidak bisa diubah, berarti virus tidak akan bisa memodifikasi file tersebut. Caranya begini, klik kanan file itu, lalu klik [Properties]. Pada bagian Attributes, beri tanda centang pada [Read-Only].
Berikut ini adalah penggunaan UFD untuk mendeteksi virus yang ada pada komputer.
1.      Masukkan UFD namun jangan membuka flash disk pada komputer. UFD belum dibuka, virus dalam komputer tidak akan masuk ke dalam flash disk atau sebaliknya.
2.      Jalankan fungsi jalan otomatis dengan mengklik tombol [OK] pada kotak dialog yang muncul. Antivirus portabel yang ada pada UFD akan berjalan.
3.      Scan virus pada komputer, khususnya pada C:-Windows-System32.
4.      Kalau ada antivirus melaporkan adanya virus, jangan ragu, komputer itu memang bervirus. 
5.      Selanjutnya silakan bersihkan komputer itu. Kalau tidak, yah cabut saja buru-buru UFD yang dicolok.
 
Caption:
1.      File autorun.inf yang akan menjalankan antivirus secara otomatis berisi baris-baris perintah seperti tampak pada gambar.
2.      Ketika dijalankan, muncul sebuah pilihan dengan teks seperti yang dimasukkan pada baris perintah “Action”. Pilih itu dan klik [OK].
Dikutip Dari :

Cara Uninstall Windows 7 Beta

udah-mudahan Anda memasang Windows 7 versi beta yang dibagikan gratis beberapa waktu lalu itu sebagai sistem operasi “sampingan”, bukan sistem operasi utama. Dengan kata teknis: bikin PC jadi multi-sistem operasi dan salah satunya adalah Windows 7. Mengapa harus jadi sistem operasi “sampingan”? Sebab Windows 7 masih versi beta, sehingga masih punya banyak error di sana-sini.

Nah, bagaimana meng-uninstall Windows 7 beta yang dipasang sebagai sistem kedua itu? Berikut PCplus tunjukkan caranya.

Kembali ke XP
Berikut adalah langkah-langkah untuk uninstall Windows 7 dan kembali ke Windows XP. Langkah-langkah ini cuma bisa jalan di Windows XP. Kalau Anda bikin dual-boot dengan Windows Vista, lihat bagian “Bagaimana ke Vista Lagi?”

Inti dari langkah-langkah yang akan dilakukan adalah menghapus menu sistem operasi saat komputer dinyalakan. Kalau menu ini tidak ada, komputer akan menjalankan sistem operasi standar.
1. Masuk ke Windows XP seperti biasa.
2. Masukkan DVD Windows 7 ke dalam DVD-ROM.
3. Tekan tombol [Windows] + [R] untuk menjalankan kotak Run.
4. Kalau drive DVD-ROM Anda adalah “E”, ketikkan “E:-boot-bootsect.exe /nt52 ALL /force”. Tanda petiknya tak usah yah. Ganti huruf “E” kalau drive DVD-ROM Anda bukan drive E.
5. Keluarkan DVD dari DVD-ROM, lalu restart komputer.
6. Komputer akan masuk ke Windows XP.
7. Format drive yang berisi Windows 7 atau hapus file dan folder milik Windows 7 secara manual kalau di drive itu berisi data juga.
8. Hapus file Boot.bak dan BootSect.bak dari drive tempat Windows XP.

Bagaimana ke Vista Lagi?
Caranya tidak berbeda jauh dengan cara instalasi di Windows XP. Bedanya cuma terletak pada perintah pada langkah keempat. Master Boot Record (MBR) yang digunakan Windows XP adalah NT52, sedangkan MBR pada Windows Vista adalah NT60. Lihat langkah 4 pada “Kembali ke XP”. Ada “nt52”, bukan?

Berikut langkah-langkah kembali ke Windows Vista.
1. Masuklah ke Windows Vista.
2. Masukkan DVD instalasi Windows 7 beta ke dalam DVD-ROM.
3. Tekan tombol [Windows] + [R] untuk menjalankan kotak Run.
4. Kalau drive DVD-ROM Anda adalah “E”, ketikkan “E:-boot-bootsect.exe /nt60 ALL /force”.
5. Keluarkan DVD dari DVD-ROM, lalu restart komputer.
6. Komputer akan masuk ke Windows Vista.
7. Format drive yang berisi Windows 7 atau hapus file dan folder milik Windows 7 secara manual kalau di drive itu berisi data juga.
8. Hapus file Boot.bak dan BootSect.bak dari drive milik Windows Vista.

DVD Windows 7 Hilang?
Bagaimana kalau DVD Windows 7 hilang? Hmm, tak apa-apa, Anda tetap bisa uninstall Windows 7.

Caranya begini:
1. Jalankan sistem operasi utama Anda — Windows Vista atau Windows XP.
2. Format partisi Windows 7 — pastikan Anda tidak menyimpan data di situ.
3. Masukkan CD Windows XP atau Windows Vista.
4. Klik [Start] > [Run]. Ketikkan jalankan “C:-Windows-boot-bootsect /nt52 c:” untuk Windows XP. Untuk Windows Vista, klik [Start] lalu ketikkan “C:-Windows-boot-bootsect /nt60 c:”.

Menggabungkan Partisi
Kalau dulu Anda meng-instal Windows 7 di partisi baru, maka setelah di-uninstall akan ada 1 partisi yang kosong. Anda bisa pakai partisi tersebut untuk data. Tapi, kalau Anda ingin gabungkan partisi tersebut ke partisi lain, inilah caranya:

Kita akan pakai peranti lunak yang sama yang digunakan untuk membuat partisi Windows 7, yakni EASEUS Partition Manager. Ikuti saja langkah-langkah ini untuk Windows XP.
1. Jalankan EASEUS Partition Manager.
2. Klik partisi bekas Windows 7.
3. Klik [Delete].
4. Pilih [Delete Partition], lalu klik [OK].
5. Setelah kembali ke jendela EASUS Partition Manager, klik partisi yang hendak disatukan dengan partisi bekas Windows 7. PCplus ingin menyatukannya dengan partisi C. Jadilah PCplus mengklik [C: (NTFS)]. Klik [Resize/Move].
6. Pada kotak yang muncul, geser kotak dengan panah kanan sampai mentok ke kanan. Klik [OK].
7. Kalau sudah klik [Apply]. Klik [Yes] pada kotak yang muncul. Komputer akan restart. Tunggu sampai proses selesai.

Penggabungan partisi di Windows Vista tak sesulit Windows XP, sebab kita tidak perlu instal aplikasi tambahan. Computer Management di Windows Vista dipakai untuk menyatukan partisi.

Begini cara pakainya.
1. Buka Windows Explorer, klik kanan pada [Computer], lalu klik [Manage].
2. Keluarlah jendela Computer Management. Klik [Storage] > [Disk Management] yang ada di menu sebelah kiri.
3. Pilih partisi eks Windows 7, lalu klik kanan di situ. Ikuti dengan klik [Delete Volume]. Klik [Yes] pada kotak yang muncul.
4. Setelah itu, klik kanan pada partisi yang hendak disatukan dengan partisi bekas Windows 7, lalu klik [Extend Volume].
5. Sekejap, muncul wizard. Secara otomatis, kapasitas partisi sudah ditambah dengan kapasitasi partisi bekas Windows 7. Klik [Next].
6. Klik [Finish].udah-mudahan Anda memasang Windows 7 versi beta yang dibagikan gratis beberapa waktu lalu itu sebagai sistem operasi “sampingan”, bukan sistem operasi utama. Dengan kata teknis: bikin PC jadi multi-sistem operasi dan salah satunya adalah Windows 7. Mengapa harus jadi sistem operasi “sampingan”? Sebab Windows 7 masih versi beta, sehingga masih punya banyak error di sana-sini.

Nah, bagaimana meng-uninstall Windows 7 beta yang dipasang sebagai sistem kedua itu? Berikut PCplus tunjukkan caranya.

Kembali ke XP
Berikut adalah langkah-langkah untuk uninstall Windows 7 dan kembali ke Windows XP. Langkah-langkah ini cuma bisa jalan di Windows XP. Kalau Anda bikin dual-boot dengan Windows Vista, lihat bagian “Bagaimana ke Vista Lagi?”

Inti dari langkah-langkah yang akan dilakukan adalah menghapus menu sistem operasi saat komputer dinyalakan. Kalau menu ini tidak ada, komputer akan menjalankan sistem operasi standar.
1. Masuk ke Windows XP seperti biasa.
2. Masukkan DVD Windows 7 ke dalam DVD-ROM.
3. Tekan tombol [Windows] + [R] untuk menjalankan kotak Run.
4. Kalau drive DVD-ROM Anda adalah “E”, ketikkan “E:-boot-bootsect.exe /nt52 ALL /force”. Tanda petiknya tak usah yah. Ganti huruf “E” kalau drive DVD-ROM Anda bukan drive E.
5. Keluarkan DVD dari DVD-ROM, lalu restart komputer.
6. Komputer akan masuk ke Windows XP.
7. Format drive yang berisi Windows 7 atau hapus file dan folder milik Windows 7 secara manual kalau di drive itu berisi data juga.
8. Hapus file Boot.bak dan BootSect.bak dari drive tempat Windows XP.

Bagaimana ke Vista Lagi?
Caranya tidak berbeda jauh dengan cara instalasi di Windows XP. Bedanya cuma terletak pada perintah pada langkah keempat. Master Boot Record (MBR) yang digunakan Windows XP adalah NT52, sedangkan MBR pada Windows Vista adalah NT60. Lihat langkah 4 pada “Kembali ke XP”. Ada “nt52”, bukan?

Berikut langkah-langkah kembali ke Windows Vista.
1. Masuklah ke Windows Vista.
2. Masukkan DVD instalasi Windows 7 beta ke dalam DVD-ROM.
3. Tekan tombol [Windows] + [R] untuk menjalankan kotak Run.
4. Kalau drive DVD-ROM Anda adalah “E”, ketikkan “E:-boot-bootsect.exe /nt60 ALL /force”.
5. Keluarkan DVD dari DVD-ROM, lalu restart komputer.
6. Komputer akan masuk ke Windows Vista.
7. Format drive yang berisi Windows 7 atau hapus file dan folder milik Windows 7 secara manual kalau di drive itu berisi data juga.
8. Hapus file Boot.bak dan BootSect.bak dari drive milik Windows Vista.

DVD Windows 7 Hilang?
Bagaimana kalau DVD Windows 7 hilang? Hmm, tak apa-apa, Anda tetap bisa uninstall Windows 7.

Caranya begini:
1. Jalankan sistem operasi utama Anda — Windows Vista atau Windows XP.
2. Format partisi Windows 7 — pastikan Anda tidak menyimpan data di situ.
3. Masukkan CD Windows XP atau Windows Vista.
4. Klik [Start] > [Run]. Ketikkan jalankan “C:-Windows-boot-bootsect /nt52 c:” untuk Windows XP. Untuk Windows Vista, klik [Start] lalu ketikkan “C:-Windows-boot-bootsect /nt60 c:”.

Menggabungkan Partisi
Kalau dulu Anda meng-instal Windows 7 di partisi baru, maka setelah di-uninstall akan ada 1 partisi yang kosong. Anda bisa pakai partisi tersebut untuk data. Tapi, kalau Anda ingin gabungkan partisi tersebut ke partisi lain, inilah caranya:

Kita akan pakai peranti lunak yang sama yang digunakan untuk membuat partisi Windows 7, yakni EASEUS Partition Manager. Ikuti saja langkah-langkah ini untuk Windows XP.
1. Jalankan EASEUS Partition Manager.
2. Klik partisi bekas Windows 7.
3. Klik [Delete].
4. Pilih [Delete Partition], lalu klik [OK].
5. Setelah kembali ke jendela EASUS Partition Manager, klik partisi yang hendak disatukan dengan partisi bekas Windows 7. PCplus ingin menyatukannya dengan partisi C. Jadilah PCplus mengklik [C: (NTFS)]. Klik [Resize/Move].
6. Pada kotak yang muncul, geser kotak dengan panah kanan sampai mentok ke kanan. Klik [OK].
7. Kalau sudah klik [Apply]. Klik [Yes] pada kotak yang muncul. Komputer akan restart. Tunggu sampai proses selesai.

Penggabungan partisi di Windows Vista tak sesulit Windows XP, sebab kita tidak perlu instal aplikasi tambahan. Computer Management di Windows Vista dipakai untuk menyatukan partisi.

Begini cara pakainya.
1. Buka Windows Explorer, klik kanan pada [Computer], lalu klik [Manage].
2. Keluarlah jendela Computer Management. Klik [Storage] > [Disk Management] yang ada di menu sebelah kiri.
3. Pilih partisi eks Windows 7, lalu klik kanan di situ. Ikuti dengan klik [Delete Volume]. Klik [Yes] pada kotak yang muncul.
4. Setelah itu, klik kanan pada partisi yang hendak disatukan dengan partisi bekas Windows 7, lalu klik [Extend Volume].
5. Sekejap, muncul wizard. Secara otomatis, kapasitas partisi sudah ditambah dengan kapasitasi partisi bekas Windows 7. Klik [Next].
6. Klik [Finish].

Dikuti Dari :

http://www.tabloidpcplus.com/index.php/news/read/2883/Cara%20Uninstall%20Windows%207%20Beta

Engineering Windows 7

Happy Birthday Windows! Mengingat semua minat yang paling digunakan oleh pengguna Windows antarmuka kami pikir itu akan baik untuk melihat ke belakang dan melihat bagaimana kami ke Windows 7. – Steven

We were very excited to unveil elements of the Windows 7 desktop at this year’s Professional Developers Conference (as seen in the Welcome to the Windows 7 Desktop session, among others). Kami sangat bersemangat untuk menyingkap elemen desktop Windows 7 di tahun ini Profesional Developers Conference (seperti terlihat di Selamat datang di Windows 7 Desktop sesi, antara lain). In previous posts ( User Interface: Starting, Launching, and Switching and Follow-up: Starting, Launching, and Switching ) we looked at the history, anatomy and areas for improvement of the taskbar. Dalam posting sebelumnya (Antarmuka Pengguna: Memulai, Launching, dan Berpindah dan Follow-up: Memulai, Launching, dan Switching), kita melihat sejarah, anatomi dan daerah untuk perbaikan dari taskbar. In this post, we will continue the conversation. Dalam posting ini, kami akan melanjutkan percakapan. Don’t let looks fool you though—the UI may feel new to Windows for some of you or old hat for some of you, but rest assured it represents a careful evolution that strives to address customer feedback while retaining its familiar Windows DNA. Jangan biarkan tampak membodohi Anda meskipun-UI yang baru untuk dapat merasa Windows Anda untuk beberapa lama atau beberapa topi untuk Anda, tetapi ia yakin sisanya merupakan evolusi hati yang berusaha untuk menangani umpan balik sambil tetap mempertahankan pelanggan yang akrab Windows DNA.

It was 23 years ago on November 20, 1985 when Windows first shipped. Ia 23 tahun yang lalu pada 20 November 1985 ketika Windows pertama dikirimkan. As it just so happens, this first Microsoft graphical shell actually holds relevance to this post as it surfaced one of the industry’s first taskbar-like concepts. Karena hanya itu yang terjadi, ini pertama Microsoft grafis shell berpendapat sebenarnya relevansi posting ini karena surfaced salah satu industri yang pertama taskbar seperti konsep.

Windows 1.01

Fig 1 Windows 1.01: Icons at the bottom of the screen represent running windows 1 Windows 1,01 ara: Ikon di bagian bawah layar mewakili berjalan jendela

Windows 1.0 supported zoomed (full-screen), tiled and icon (minimized) windows. Windows 1,0 didukung zoomed (full screen), dan ikon tiled (diminimalkan) jendela. Since there was no support for overlapping [that big debate between charless and billg, Steven ], a dedicated portion of the desktop was kept visible at the bottom of the screen to surface non-tiled and non-zoomed windows. Karena tidak ada dukungan untuk tumpang tindih [yang besar perdebatan antara charless dan billg, Steven], yang didedikasikan bagian desktop yang dipelihara terlihat di bagian bawah layar untuk permukaan non-tiled dan non-zoomed jendela. By minimizing a window or dragging it to the bottom of the screen, the person was able to populate this rudimentary taskbar with a large icon corresponding to the running window. Dengan meminimalkan jendela atau menariknya ke bagian bawah layar, orang dapat membuat ini belum sempurna taskbar dengan icon besar sesuai untuk menjalankan jendela. She could then get back to this window by clicking or dragging this icon to the desktop. Maka ia dapat kembali ke jendela ini dengan mengklik ikon ini atau menariknya ke desktop. As simple as this mechanism seems today, it cemented an important concept that is with us even in Windows 7—when people switch between tasks, they are really switching between windows. Yang sederhana seperti ini tampaknya mekanisme hari ini, ia cemented penting dengan konsep yang kami bahkan pada Windows 7-ketika orang beralih antara tugas, mereka benar-benar beralih di antara jendela. Although it took Windows 95 to introduce a mature taskbar with launching, switching and notification functionality, the experience of surfacing and switching between windows via a dedicated region at the bottom of the screen is as ancient as Windows 1.0. Walaupun mengambil Windows 95 untuk memperkenalkan taskbar dengan peluncuran dewasa, dan beralih fungsi pemberitahuan, pengalaman surfacing dan beralih di antara jendela melalui didedikasikan wilayah di bagian bawah layar adalah sebagai kuno sebagai Windows 1.0.

Setting Goals Menetapkan Tujuan

In the previous taskbar posts, we discussed some high-level principles we defined after digesting the mountain of data and feedback on the taskbar. Pada taskbar posting sebelumnya, kita diskusikan beberapa tingkat tinggi prinsip-prinsip yang ditetapkan setelah kita digesting gunung data dan umpan balik pada taskbar. Here’sa more detailed look at the goals we identified and how we began to frame feature concepts. Berikut adalah melihat lebih rinci tujuan kita dan bagaimana kita mengidentifikasi mulai fitur bingkai konsep.

Things you use all the time are at your fingertips Hal-hal yang Anda gunakan setiap saat berada di ujung jari Anda

It is easy to get to the programs and destinations you use all the time, with less mouse movement and fewer clicks. Mudah untuk bisa sampai ke tujuan dan program yang anda gunakan setiap saat, dengan gerakan mouse dan kurang lebih sedikit klik.

Accessing commonly used programs within a single click required us to enrich Quick Launch by increasing its presence on the taskbar and making more top-level room for pinned items. Mengakses program umum digunakan dalam satu klik diperlukan kami untuk memperkaya Cepat oleh Luncurkan meningkatkan kehadiran pada taskbar dan membuat lebih tingkat atas kamar untuk pinned item. We began looking into how Quick Launch interacted with the taskband and how launching and switching were sometimes separate and other times duplicative. Kami mulai mencari cara Cepat Luncurkan Interaksi dengan taskband dan bagaimana peluncuran dan switching yang terpisah dan kadang-kadang waktu lainnya duplicative. For example, almost all single-instance programs in Windows interpret an attempt to re-launch them as a switch if they are already running. Misalnya, hampir semua single-contoh program pada Windows menafsirkannya sebagai upaya untuk memulai kembali mereka sebagai beralih jika mereka sudah berjalan. So, clicking Outlook’s icon in Quick Launch would merely switch to the program if it was already running and present in the taskband. Jadi, dari Outlook mengklik icon di Quick Launch hanya akan beralih ke program jika ia sudah berjalan dan hadir di taskband. To make room for more items on the taskbar, we knew we had to remove some of the redundancy and free up valuable real-estate. Untuk memberikan ruang bagi lebih item pada taskbar, kami tahu kami harus menghapus beberapa redundansi dan membebaskan berharga real estate.

When researching and modeling a person’s workflow, we came to realize that there were three basic steps that a person frequently seems repeats. Ketika menyelidiki dan pemodelan orang dari alur kerja, kami datang untuk menyadari bahwa ada tiga langkah dasar yang seolah-olah orang yang sering mengulangi. First, she finds the program and launches it. Pertama, dia menemukan dan meluncurkan program ini. Then, she uses the program’s UI to open a file she wants to work on. Kemudian, dia menggunakan program UI untuk membuka file dia ingin bekerja di. Then finally, she gets to work. Kemudian akhirnya, dia akan bekerja. We asked ourselves whether we could help people jump directly to these items by skipping the first two steps. Kami ditanya apakah diri kita dapat membantu orang langsung melompat ke item oleh skipping dua langkah. We called these files, folders, links, websites and other items that programs create or consume “destinations” as they represent where the person is ultimately is navigating to. Kami ini disebut file, folder, link, website dan barang-barang lainnya yang membuat program atau mengkonsumsi “tujuan” sebagai mewakili mereka di mana orang itu pada akhirnya adalah untuk menavigasi. We decided that these destinations should also be easily accessible from the taskbar. Kami memutuskan bahwa tujuan tersebut juga harus dapat diakses dengan mudah dari taskbar. However, for real success and adoption, we needed to think through how destinations could be effectively surfaced to the person without the need for manual customization or by requiring developers to do lots of work. Namun, untuk real adopsi dan kesuksesan, kita perlu memikirkan bagaimana tujuan dapat efektif surfaced kepada orang tanpa perlu untuk kustomisasi manual atau memerlukan pengembang untuk melakukan banyak pekerjaan.

Manage your windows with confidence Mengelola jendela dengan keyakinan

You can switch to the right window quickly without mistakes and effortlessly position windows the way you want them. Anda dapat beralih ke kanan jendela dengan cepat dan tanpa kesalahan effortlessly posisi jendela yang Anda ingin mereka.

This goal spoke to the very heart of the taskbar—the ability to switch between windows. Tujuan ini telah berbicara dengan sangat hati-taskbar dari kemampuan untuk beralih di antara jendela. This challenged us with seeking a more predictable method of surfacing windows on the taskbar, meaningful use of text and a reliable method of helping people consistently switch with confidence. Cacat ini kami mencari yang lebih predictable metode surfacing jendela pada taskbar, berarti penggunaan teks dan metode yang handal untuk membantu orang beralih konsisten dengan kepercayaan diri. We’ve had text on the taskbar for years and Vista introduced thumbnails, but customer feedback informed us that there was room for improvement. Kami telah memiliki teks pada taskbar untuk tahun dan Vista diperkenalkan thumbnails, namun umpan balik pelanggan kami informasi bahwa ada ruang untuk perbaikan. Interestingly, we found inspiration in old features such as Windows XP’s window grouping and Alt-Tab’s visual layout of individual windows. Menariknya, kami menemukan inspirasi dalam lama fitur seperti Windows XP dari jendela pengelompokan dan Alt-Tab visual layout individu jendela.

During our investigation, we also spent time looking into why a person would switch windows in the first place. Selama penyelidikan, kami juga menghabiskan waktu melihat ke dalam mengapa orang akan beralih jendela pada awalnya. Two interesting scenarios emerged—one in which she needs to get some information from a window (eg getting a phone number) and to interact with a window’s options (eg controlling background music). Menarik muncul dua skenario-satu di mana ia perlu mendapatkan informasi dari beberapa jendela (misalnya mendapatkan nomor telepon) dan untuk berinteraksi dengan jendela dari pilihan (misalnya pengendalian musik latar belakang). We wondered whether we could address these task switching cases in a novel way—by actually removing the need to switch completely. Kami ingin mengetahui apakah kami dapat alamat ini tugas beralih kasus di sebuah novel oleh cara-sebenarnya perlu mengeluarkan beralih sepenuhnya.

You are in control Anda berada dalam kontrol

The desktop reflects your style. Desktop mencerminkan gaya Anda. You get to personalize the experience, choosing what is important to you, including how and when you receive notifications. Anda dapat mempersonalisasi pengalaman, memilih apa yang penting bagi Anda, termasuk bagaimana dan kapan Anda menerima pemberitahuan.

By far the biggest target of feedback, the Notification Area had to put control back in the hands of people. By far the biggest target masukan, Pemberitahuan Daerah harus meletakkan kontrol kembali di tangan orang. It was decided that instead of the opt-out model that required the person to clean up this area, we would start with a clean experience. Ia memutuskan bahwa daripada opt-out model yang diperlukan orang untuk membersihkan kawasan ini, kami akan mulai dengan pengalaman yang bersih. Only system icons would appear by default and then people can to customize this area to their liking. Hanya sistem ikon akan muncul secara default dan kemudian orang ini bisa untuk menyesuaikan area yang mereka sukai.

Clean and lightweight Bersih dan ringan

The desktop experience feels organized, lightweight, open and is a pleasure to use. Desktop pengalaman terasa disusun, ringan, buka dan merupakan kenikmatan yang akan digunakan. Visuals and animations are delighters the first time and every time. Visuals dan animasi yang delighters pertama kali dan setiap saat.

A successful product is more than the utility it serves—it is also an experience. Sebuah produk yang sukses lebih dari utilitas ini melayani-juga sebuah pengalaman. From the very start we wanted the taskbar, and the desktop as a whole, to draw an emotional response from the person. Mulai dari yang sangat kita inginkan di taskbar, dan desktop secara keseluruhan, untuk mengambil sebuah respon emosional dari orang. This required a set of scoped delighters that demoed well and retained their appeal over time. Hal ini diperlukan satu set scoped delighters yang baik dan tetap demoed banding mereka dari waktu ke waktu. We began to define a personality for the UI using terms such as “glass and energy,” Chi, authenticity and many others. Kami mulai menentukan kepribadian UI untuk menggunakan istilah-istilah seperti “gelas dan energi,” Chi, keaslian dan lain-lain. These investigations helped define a visual and animation language that we could then apply to several aspects of Windows 7. Penyelidikan ini membantu menentukan visual dan animasi bahasa yang kemudian kita bisa berlaku untuk beberapa aspek Windows 7. Expect a future blog post that delves much deeper into this important design process—much of which Sam discussed in his PDC session . Mengharapkan masa depan yang posting blog delves ini jauh lebih penting dalam proses desain-Sam yang banyak dibahas dalam sesi PDC.

The Taskbar, Evolved The Taskbar, berkembang

The Windows 7 taskbar is about launching with ease, switching with confidence and all the while remaining in control. Windows 7 taskbar adalah peluncuran dengan mudah beralih dengan keyakinan dan semua yang tersisa pada saat kontrol. The UI is made up of several key features that complete common end-to-end scenarios. UI terdiri dari beberapa tombol fitur yang lengkap untuk umum akhir-akhir skenario. Let’s dive into each of these elements and how they work. Mari kita menyelam ke dalam setiap elemen ini dan bagaimana mereka bekerja.

Refreshed Look Lihatlah refresh

The taskbar has undergone a facelift. Taskbar yang telah mengalami bedah kecantikan. We’ve enabled large icons by default (as seen in Windows 1.0 and also an option of Quick Launch since Windows 95 with IE 4). Kami telah diaktifkan secara default ikon besar (seperti yang terlihat pada Windows 1.0 dan juga salah satu pilihan dari Quick Launch sejak Windows 95 dengan IE 4). This affords a richer icon language, improves identification of programs and improves targeting for both the mouse and touch. Hal ini memberikan sebuah icon kaya bahasa, meningkatkan identifikasi dan program-program untuk meningkatkan penargetan baik mouse dan sentuhan. Yet, one of the most important advantages large icons provide is a means to promote the taskbar as the central place to launch everyday tasks. Namun, salah satu yang paling penting memberikan keuntungan besar ikon adalah salah satu cara untuk mempromosikan taskbar sebagai tempat untuk memulai tugas-tugas sehari-hari. We joke that the new taskbar is the “beachfront property of the Windows OS” and in turn, we are already seeing many people populating the UI with their commonly used programs. Kami joke yang baru taskbar adalah “pantai milik Windows OS” dan pada gilirannya, kami sudah melihat banyak orang yang populating UI dengan program-program yang umum digunakan. Somewhat if a visual trick, the taskbar is only 10 pixels (at 96 DPI) higher than its Vista counterpart (when used as a single row, since multiple rows are still supported, along with positioning around the screen edges). Agak jika trik visual, maka taskbar hanya 10 piksel (di 96 dpi) lebih tinggi dibandingkan dengan Vista pasangan (jika digunakan sebagai satu baris, sejak beberapa baris masih didukung, bersama dengan posisi di sekitar layar Tepi).

Windows 7 taskbar

Fig 2. Ara 2. The Windows 7 taskbar: Default settings include large icons, no text and glass surface Taskbar Windows 7: Default termasuk pengaturan ikon besar, tidak ada teks dan permukaan kaca

To mitigate its slightly increased height and the larger icons, we decided to impart the UI with a more prominent glass treatment. Untuk mengurangi nya sedikit meningkat tinggi dan ikon yang lebih besar, kami memutuskan untuk menyampaikan di UI dengan lebih menonjol kaca perawatan. This also allows us to better showcase the person’s color preference (you’ll recall that in a previous post we revealed that almost 30% of sessions have personalized glass). Hal ini juga memungkinkan kita untuk menampilkan yang lebih baik dari orang pilihan warna (Anda akan ingat bahwa dalam posting sebelumnya kami menunjukkan bahwa hampir 30% dari sesi telah dipersonalisasi kaca). We also changed the Vista behavior so that when a window is maximized, both the taskbar and the window’s title bar continue to remain open and translucent. Kami juga mengubah perilaku Vista sehingga ketika jendela yang maksimal, baik taskbar dan jendela judul bar terus tetap terbuka dan jelas. We received lots of feedback on Vista that many people didn’t like these UIs turning opaque and dark. Kami menerima banyak masukan pada Vista yang banyak orang tidak seperti ini UIs berpaling buram dan gelap.

Pinning Pinning

You can still pin programs to the taskbar by dragging them or via a context menu, just like you have always done with Quick Launch. Anda masih dapat pin program ke taskbar oleh menariknya atau melalui menu konteks, seperti yang selalu dilakukan dengan Quick Launch. Destinations can also be pinned via a drag/drop, but they are designed to be surfaced differently as we’ll see under the Jump List section. Tujuan juga dapat pinned melalui drag / drop, tetapi dirancang untuk menjadi surfaced berbeda seperti yang kita akan lihat di bawah Langsung Daftar seksi.

Unification Perpaduan

If one increases the size of Quick Launch, one must then determine what to do with the taskband. Jika satu meningkatkan ukuran Quick Launch, maka salah satu harus menentukan apa yang harus dilakukan dengan taskband. As previously discussed, we observed that under many scenarios of single-instance programs, launching and switching were equivalent. Sebagaimana dibahas sebelumnya, kita mengamati bahwa dalam banyak skenario satu contoh program peluncuran dan beralih yang setara. Hence, we decided to standardize this behavior and have program launchers turn into window switchers when they are launched. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menstandardisasi perilaku ini dan telah menjadi program launchers jendela switchers ketika mereka diluncurkan. Effectively, we unified Quick Launch and the taskband. Secara efektif, kita bersatu dan Cepat Luncurkan taskband. While some other operating systems have similar concepts, one difference with our approach is that our default experience always optimizes for a single representation on the taskbar. Sementara beberapa sistem operasi lain konsep yang sama, dengan satu perbedaan pendekatan kami adalah bahwa kami selalu standar pengalaman optimal untuk satu perwakilan di taskbar. This means that regardless of a window’s state (eg minimized, maximized or restored) there are no new or duplicate buttons created. Ini berarti bahwa meskipun dari jendela dari negara (misalnya diminimalkan, atau dikembalikan maksimal) tidak ada yang baru atau tombol duplikat dibuat. Also, the default taskbar doesn’t allow destinations to be pinned to the top-level which prevents duplication of a pinned file and a running window with that same file open. Selain itu, default taskbar tidak membolehkan tujuan untuk pinned ke tingkat atas yang mencegah duplikasi pinned sebuah file dan berjalan dengan jendela yang sama buka file. When we say there is “one button to rule them all” we’re serious. Apabila kita mengatakan ada “satu tombol untuk memerintah mereka semua” kami serius. This approach to a single, unified button keeps the taskbar uncluttered and gives the person a single place to find what she’s looking for. Pendekatan ini ke satu, unified tombol taskbar uncluttered menyimpan dan memberikan orang satu tempat untuk menemukan apa yang ia cari.

Combining launching and switching also made it easier to provide the most requested feature—the ability to move taskbar buttons. Menggabungkan peluncuran dan beralih juga memberikan kemudahan yang paling diminta menyediakan fitur-kemampuan untuk memindahkan taskbar tombol. Quick Launch as always allowed this, but combining this mechanism with the taskband naturally extended rearrange functionality to running windows. Cepat Peluncuran ini sebagai selalu diizinkan, tetapi menggabungkan mekanisme ini dengan taskband alami diperpanjang ulang fungsi berjalan ke jendela.

Interactive, Grouped Thumbnails Interaktif, Dikelompokkan Thumbnail

Vista showed thumbnails when the user hovers on a taskbar button and Windows 7 improves upon this design. Vista menunjukkan thumbnails bila pengguna hovers tombol pada taskbar Windows 7 dan meningkatkan atas desain ini. Unlike Vista, these thumbnails are now an extension of their corresponding button so the person can click on these visual aides to switch to a given window. Tidak seperti Vista, sekarang ini thumbnails ekstensi mereka sesuai tombol sehingga orang dapat klik pada visual aides beralih ke suatu jendela. The thumbnail is also is a more accurate representation of a window complete with an icon in the top left corner, window text and even the ubiquitous close button in the top right. Thumbnail yang juga merupakan representasi yang lebih akurat dari jendela lengkap dengan sebuah ikon di sudut kiri atas, jendela teks dan bahkan ada di mana-mana dekat tombol di bagian atas kanan.

Windows 7 Taskbar Thumbnails

Fig 3. Fig 3. Thumbnails: Grouped, interactive thumbnails make it easier to manage windows Thumbnail: Dikelompokkan, interaktif thumbnail akan memudahkan untuk mengatur jendela

One of the most important functions of the taskbar is to surface individual windows so people can easily switch between them. Salah satu yang paling penting fungsi dari taskbar adalah jendela ke permukaan sehingga setiap orang dapat dengan mudah beralih di antara mereka. Having unified a program launcher and a single window switcher, the next logical step was to determine how multiple windows of a program could be combined and presented. Unified memiliki sebuah program peluncur dan satu jendela switcher, langkah logis selanjutnya adalah untuk menentukan seberapa banyak jendela dari sebuah program dapat digabungkan dan disajikan. We looked no further than a feature introduced in Windows XP called window grouping. Kami memandang tidak lebih dari satu fitur yang diperkenalkan pada Windows XP disebut jendela pengelompokan. When the taskbar became full, windows of a program could collapse into a single menu. Bila taskbar menjadi penuh, jendela dari sebuah program bisa runtuh ke dalam satu menu. However, there were a few challenges with the design. Namun, terdapat beberapa tantangan dengan desain. First, the behavior isn’t predictable. Pertama, perilaku tidak predictable. People don’t really understand when this scaling mechanism is triggered. Orang tidak benar-benar memahami saat ini adalah mekanisme scaling dipicu. Second, a listview of windows isn’t always the best way to represent these items. Kedua, listview dari sebuah jendela tidak selalu cara terbaik untuk mewakili item. Finally, opening the menu always required a click, which slowed some people down. Terakhir, membuka menu selalu memerlukan klik, beberapa orang yang diperlambat bawah. Our solution was to combine buttons by default for a predictable experience, to use grouped thumbnails and to have these thumbnails appear on hover as well as on click. Solusi kami adalah untuk menggabungkan tombol secara default untuk predictable pengalaman, untuk menggunakan dikelompokkan thumbnails dan memiliki thumbnail ini muncul di hover serta di klik. Think of this approach as a contextual Alt-tab surfaced directly off the taskbar. Anggap saja ini sebagai sebuah pendekatan kontekstual Alt-tab surfaced langsung off the taskbar. When the person brings her mouse to a taskbar button, all the thumbnails of a program appear simultaneously making for a organized, light-weight switching model. Ketika orang itu membawa mouse ke tombol taskbar, semua gambar kecil yang muncul secara bersamaan membuat program untuk diselenggarakan, light-weight beralih model. To polish off the experience, we show a visual cue of stacked tiles that provides feedback on whether there are multiple windows running for a program. Untuk menyelesaikan pengalaman, kami akan menampilkan visual cue yang tampan tegel yang memberikan tanggapan tentang apakah ada beberapa jendela untuk menjalankan sebuah program. We also recognized that a set of people may still wish to see an individual buttons for each window and an option permits this behavior. Kami juga mengakui bahwa sejumlah orang mungkin masih ingin melihat sebuah tombol untuk masing-masing individu dan jendela pilihan perilaku izin ini.

With the Windows 7 taskbar, there is a single place to go regardless of whether the program is not running, running with one window or running with several windows. Dengan Windows 7 taskbar, ada satu tempat untuk pergi tanpa memandang apakah program ini tidak berjalan, berjalan dengan satu jendela atau berjalan dengan beberapa jendela. Rich thumbnails provide more intuitive ways of managing and switching between windows. Kaya thumbnail menyediakan lebih intuitif cara untuk mengelola dan beralih di antara jendela.

Aero Peek Aero mengintip

Here’sa riddle for you—what’s the best size for a window’s preview that will guarantee that the you can accurately identify it? Berikut adalah riddle for you-apa yang terbaik untuk ukuran sebuah jendela preview dari yang akan menjamin bahwa Anda dapat mengidentifikasi secara akurat itu? Grouped thumbnails look and feel great, but we know these small previews don’t always provide enough information to identify a window. Dikelompokkan thumbnail tampilan dan merasa besar, tetapi kita tahu previews kecil ini tidak selalu memberikan informasi yang cukup untuk mengidentifikasi sebuah jendela. Sure they work great for pictures, but not so for emails or documents. Yakin mereka bekerja sangat baik untuk gambar, tetapi tidak jadi untuk email atau dokumen. The answer is simply to show the actual window—complete with its real content, real size and real location. Jawabannya adalah hanya untuk menampilkan jendela yang sebenarnya-lengkap dengan konten asli, sebenarnya ukuran dan lokasi nyata. That’s the concept behind Aero Peek. Itulah konsep di balik Aero mengintip.

When the taskbar doesn’t offer enough information via text or a thumbnail, the person simply moves the mouse over a taskbar thumbnail and voilà—the corresponding window appears on the desktop and all other windows fade away into glass sheets. Taskbar apabila tidak cukup memberikan informasi melalui teks atau gambar kecil, hanya orang yang bergerak mouse yang taskbar thumbnail dan voila-jendela yang sesuai akan muncul pada desktop dan semua jendela secara perlahan menjadi kaca lembaran. Once you see the window you want, just click to restore it. Setelah Anda melihat jendela yang Anda inginkan, klik saja untuk mengembalikannya. Not only does this make finding a window a breeze, it may also remove the need to switch altogether for scenarios in which one just needs a quick glance to glean information. Bukan saja ini membuat mencari jendela mudah, mungkin juga harus melepas semuanya untuk beralih ke dalam skenario yang hanya memerlukan satu cara yang cepat untuk memungut sekilas informasi. Peek also works on the desktop too. Mengintip juga bekerja pada desktop juga. Show Desktop has been moved to the far right of the taskbar where one can still click on this button to switch to the desktop. Perlihatkan Desktop telah dipindahkan ke paling kanan dari taskbar dimana satu masih dapat klik tombol ini untuk beralih ke desktop. The control enjoys a Fitts magic corner which makes it very easy to target. Kontrol menikmati Fitts sihir sudut yang membuatnya sangat mudah untuk target. If you just move your mouse over the control, all windows on the desktop turn to glass allowing the desktop to be seen. Jika Anda hanya memindahkan mouse pada kontrol, semua jendela pada desktop berbelok ke kaca memungkinkan di desktop yang akan terlihat. It’s easy to now glance at a stock or the weather gadget or to check to see if a file is on the desktop. Sangat mudah untuk sekarang sekilas pada saham atau cuaca gadget atau untuk memeriksa untuk melihat apakah sebuah file pada desktop.

Windows 7 Aero Peek

Fig 4. Fig 4. Aero Peek: Hovering over a thumbnail peeks at its corresponding window on the desktop Aero mengintip: Hovering atas thumbnail peeks di jendela yang sesuai pada desktop

We spent a lot of time analyzing different aspects of Peek. Kita menghabiskan banyak waktu menganalisis berbagai aspek mengintip. For example, we recognized that when people are using the feature, they won’t be necessary focused on the taskbar as they look at windows on the desktop. Sebagai contoh, kami mengakui bahwa ketika orang menggunakan fitur tersebut, mereka tidak akan perlu difokuskan pada taskbar karena mereka melihat jendela pada desktop. An early prototype triggered Peek directly off the top-level of the taskbar but this revealed issues. Sebuah awal prototipe dipicu menengok langsung off the top-level dari taskbar tetapi masalah ini terungkap. Moving the mouse across a small a region to trigger different previews exited Peek since the natural arc of hand motion resulted in the mouse falling off the taskbar. Memindahkan mouse kecil di seluruh wilayah yang berbeda untuk memicu previews menengok keluar sejak alam arc dari tangan gerakan mouse mengakibatkan jatuh di bagian taskbar. By only triggering Peek off the thumbnails, we gained much more room for the mouse to arc and we also reduced accidental triggers. Dengan hanya memicu menengok off the thumbnails, kami mendapatkan lebih banyak ruang untuk mouse ke arc dan kami juga berkurang kebetulan memicu.

Jump Lists Langsung Daftar

As far back as Windows 1.0, there has always been a system menu that shows contextual controls for running windows and their programs. Sejauh kembali sebagai Windows 1.0, selalu ada sistem menu yang menunjukkan kontrol kontekstual untuk menjalankan jendela dan program mereka. This menu is accessible by right-clicking on a taskband button or in the top left corner of most windows. Menu ini dapat diakses oleh kanan mengklik tombol taskband atau di sudut kiri atas dari jendela paling. By default, the menu exposes windows controls such as close. Secara default, menu exposes jendela kontrol seperti dekat. (Random trivia—ever wonder why the system menu off a taskbar button always shows close in bold when close isn’t the double-click behavior? Well, the answer is that double-clicking the top left region of most windows will close it and the bolded option makes sense in this context. The same menu just happens to be hosted in both locations.) Over the years, some programs have extended the system menu to surface relevant tasks. (Random trivia-lamanya heran mengapa sistem menu a taskbar tombol selalu menunjukkan dekat dalam huruf tebal bila tidak dekat dengan klik dua kali perilaku? Well, jawabannya adalah bahwa-doubleklik kiri atas wilayah paling jendela akan menutup dan tebal opsi yang masuk akal dalam konteks ini. Hal yang sama terjadi pada menu hanya akan menjadi tuan rumah di kedua lokasi.) Selama bertahun-tahun, beberapa program telah memperluas sistem menu ke permukaan relevan tugas. For example, Command Prompt reveals tasks such as editing options, defaults and properties in its system menu. Misalnya, Command Prompt menyatakan tugas seperti pengeditan pilihan, default dan properti dalam sistem menu. However, this is a bit of a free-for-all for programs to opt in or not, resulting in an inconsistent experience for people. Namun, ini adalah sedikit gratis-untuk-semua untuk bergabung ke dalam program atau tidak, sehingga tidak konsisten dalam sebuah pengalaman bagi manusia. Another blow to this scenario is that the system menu is only accessible when the program is running. Lain meniup untuk skenario ini adalah bahwa sistem menu ini hanya dapat diakses saat program sedang berjalan. This makes sense since the default commands are about window management, but what if you wanted to access a program’s tasks even it isn’t running? Ini masuk akal karena perintah default yang jendela, tetapi bagaimana jika Anda ingin mengakses suatu program tugas bahkan tidak berjalan?

As we discussed under the goals section, we thought about the various steps people have to take to accomplish tasks and whether we could reduce them. Seperti yang kita diskusikan di bawah bagian tujuan, kami berpikir tentang berbagai langkah masyarakat harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan apakah kita bisa mengurangi mereka. Be it getting to a destination or accessing the commands of a program, we wanted to make it easier for people to jump to the things they are trying to accomplish. Baik untuk tujuan mendapatkan atau mengakses perintah dari sebuah program, kami ingin memudahkan bagi orang untuk beralih ke hal-hal yang mereka berusaha untuk melakukannya. Jump Lists are a new feature of the Windows 7 taskbar that accomplish just this. Langsung Lists adalah fitur baru dari Windows 7 taskbar yang melakukannya hanya ini. Think of this feature as a mini Start Menu for each program or an evolved version of the system menu. Sistem ini sebagai fitur mini Start Menu untuk setiap program atau versi yang berkembang dari sistem menu. Jump Lists surface commonly used nouns (destinations) and verbs (tasks) of a program. Langsung Daftar permukaan umum digunakan nouns (tujuan) dan verbs (tugas) dari sebuah program. There are several advantages this new approach provides. Ada beberapa keuntungan memberikan pendekatan baru ini. First, the you don’t need to even start the program to quickly launch a file or access a task. Pertama, Anda tidak perlu bahkan menjalankan program untuk segera memulai sebuah file atau mengakses tugas. Second, destinations don’t take up valuable space on the taskbar; they are automatically organized by their respective program in a simple list. Kedua, tujuan tidak mengambil berharga ruang pada taskbar, mereka akan secara otomatis yang diselenggarakan oleh masing-masing program dalam daftar sederhana. Should one have ten programs pinned or running on her taskbar, this means she could have quick access to over 150 destinations she uses all the time, without even the need to customize the UI! Harus ada satu atau sepuluh program pinned dia berjalan pada taskbar, ini berarti ia dapat memiliki akses cepat ke lebih dari 150 tujuan dia menggunakan semua waktu, bahkan tanpa perlu menyesuaikan UI! Since the Jump List shows lots of text for each of its items, gone are the days of having identical icons on your taskbar that are indistinguishable without a tooltip. Sejak Langsung Daftar menampilkan banyak teks untuk setiap item-nya, ada yang sudah hari-hari yang sama ikon di taskbar yang tak tanpa tooltip. Should you wish to keep a specific destination around, you can simply pin it to the list. Jika Anda ingin menyimpan sekitar tujuan tertentu, Anda cukup pin itu ke dalam daftar.

Windows 7 Jump List

Fig 5. Fig 5. Jump List: Right-clicking on Word gives quick access to recently used documents Daftar Langsung: klik-kanan pada Word memberikan akses cepat untuk berbagi dokumen

To make sure we provide a consistent and valuable experience out-of-the-box, we decided to pre-populate Jump Lists and also allow programs to customize the experience. Untuk memastikan bahwa kami memberikan pengalaman berharga dan konsisten out-of-the-box, kami memutuskan untuk pra-populate Langsung Daftar dan juga mengizinkan program untuk menyesuaikan pengalaman. By default, the menu contains the program’s shortcut, the ability to toggle pinning, the ability to close one or all windows and a program’s recent destinations (assuming they use the Common File Dialog, register their file type or use the Recent Items API). Secara default, menu berisi program pintas, kemampuan untuk beralih pinning, kemampuan untuk menutup satu atau semua jendela dan tujuan dari program ini (dengan asumsi mereka menggunakan file Common Dialog, mendaftarkan jenis file atau menggunakan Recent item API). Programs are able to replace the default MRU (Most Recently Used) list with a system-maintained MFU (Most Frequently Used) list, should their destinations be very volatile. Program dapat mengganti default MRU (Most Recently Used) daftar dengan sistem-maintain MFU (Paling Sering Digunakan) daftar, mereka harus menjadi tujuan wisata yang sangat volatile. For example, while Word will benefit from a MRU just like the one in their File Menu, Windows Explorer has opted to enable the MFU because people tend to visit many paths throughout a session. Misalnya, sementara Word akan mendapatkan keuntungan dari MRU seperti yang di file Menu, Windows Explorer telah memilih untuk mengaktifkan MFU karena orang cenderung untuk dikunjungi banyak jalan sepanjang sesi. Programs are also able to provide their own custom destination list when they have a greater expertise of the person’s behavior (eg IE exposes their own history). Program ini juga mampu menyediakan sendiri kustom daftar tujuan ketika mereka memiliki keahlian yang lebih besar dari orang aktivitas (misalnya IE exposes sejarah mereka sendiri). Still others like Windows Live Messenger and Media Player surface tasks or a mix of tasks and destinations. Masih lain seperti Windows Live Messenger dan Media Player permukaan tugas atau gabungan dari tugas dan tujuan.

In case we haven’t yet impressed it upon you, the taskbar is about a single place to launch and switch. Jika kami belum terkesan itu kepadamu, maka taskbar adalah satu tempat untuk memulai dan beralih. Jump Lists offer another important piece of the puzzle as it surfaces valuable destinations and tasks off a program’s unified taskbar button. Langsung Daftar menawarkan penting lain bagian dari teka-teki karena permukaan berharga tugas dan tujuan program a unified taskbar tombol.

Custom Window Switchers Custom Window Switchers

All the major web browsers offer tabs and a method of managing these tabs. Semua web browser utama menawarkan tab dan metode pengelolaan tab. One could argue tab toolbars are really like taskbars since they facilitate switching. Satu dapat memperdebatkan Tab toolbar benar-benar seperti taskbars sejak memfasilitasi mereka beralih. These TDI (Tabbed Document Interface) and MDI (Multiple Document Interface) programs have always resorted to creating their own internal window management systems as the Windows taskbar was not optimized to help their scenarios. Tdi ini (tab Document Interface) dan MDI (Multiple Document Interface) selalu ada program untuk menciptakan resorted internalnya sendiri sebagai sistem manajemen jendela taskbar Windows tidak dioptimalkan untuk membantu mereka skenario. Some programs like Excel did custom work to surface their child windows on the taskbar, but this approach was somewhat of a hack. Beberapa program seperti Excel adat yang bekerja untuk anak-anak mereka permukaan jendela pada taskbar, namun pendekatan ini cukup dari hack.

Since the new taskbar already groups individual windows of a program under a single button, we can now offer a standard way for programs that have child windows to expose them. Sejak baru taskbar sudah kelompok individu jendela dari sebuah program di bawah satu tombol, sekarang kami dapat menawarkan cara standar untuk program yang memiliki anak jendela untuk mengekspose mereka. Again, the taskbar offers a single, consistent place to access real windows as well as child windows. Sekali lagi, taskbar menawarkan satu, konsisten untuk akses nyata jendela serta anak jendela. These custom window switchers also behave as regular windows on the taskbar with rich thumbnails and even Aero Peek. Kustom switchers jendela ini juga bertingkah seperti biasa pada windows taskbar kaya dengan thumbnails dan bahkan Aero mengintip.

Thumbnail Toolbars Thumbnail Toolbars

In the earlier taskbar posts, we discussed how Windows Media Player’s deskband offers valuable background music controls, but only a mere 3% of sessions ever enjoy the functionality. Pada taskbar posting sebelumnya, kita diskusikan bagaimana Windows Media Player dari deskband menawarkan berharga kontrol musik latar belakang, tapi hanya hanya 3% dari sesi pernah menikmati fungsionalitas. The new taskbar exposes a feature called Thumbnail Toolbars that surface up to seven window controls right in context of taskbar buttons. Baru taskbar exposes fitur yang disebut Thumbnail Toolbars bahwa permukaan sampai tujuh jendela kontrol dalam konteks kanan tombol taskbar. Unlike a Jump List that applies globally to a program, this toolbar is contextual to just a specific window. Berbeda dari Daftar Langsung yang berlaku secara global untuk sebuah program, toolbar ini adalah kontekstual hanya ke spesifik jendela. By embracing this new feature, Media Player can now reach a majority of people. Merangkul oleh fitur baru ini, Media Player juga dapat meraih mayoritas orang.

Windows 7 Thumbnail Toolbar

Fig 6. Fig 6. Thumbnail Toolbar: Window controls easily accessible in context of a taskbar thumbnail Thumbnail Toolbar: Window kontrol dalam konteks yang dapat diakses dengan mudah dari taskbar thumbnail

Thumbnail Toolbars leave the taskbar uncluttered and allow relevant tasks to be conveniently accessible directly from a taskbar thumbnail. Thumbnail Toolbars meninggalkan taskbar uncluttered tugas yang relevan dan memungkinkan untuk nyaman diakses langsung dari taskbar thumbnail. Surfacing tasks reduces the need to switch to a window. Surfacing mengurangi tugas harus berpindah ke jendela.

Notification Area Area pemberitahuan

We’re happy to announce that the Notification Area is back under your control. Kami senang mengumumkan bahwa Notification Area adalah kembali di bawah Anda. By default, only a select few system icons are shown while all others appear in a menu. Secara default, hanya beberapa sistem pilih ikon yang akan ditampilkan ketika semuanya muncul dalam sebuah menu. Simply drag icons on or off the taskbar to control the experience. Cukup drag ikon di taskbar atau keluar untuk mengontrol pengalaman. Better yet, every balloon tip that appears in the system has a little wrench icon that allows one to quickly “swat” an annoying alert by immediately seeing what is causing the notification and a direct way to disable it. Lebih baik lagi, setiap balon tip yang muncul dalam sistem telah merenggut sedikit icon yang memungkinkan seseorang untuk cepat “pukulan keras” an annoying oleh tanda segera melihat apa yang menyebabkan pemberitahuan dan langsung cara untuk menonaktifkannya.

Windows 7 Notification Overflow

Fig 7. Fig 7. Notification Overflow: By default icons appear in an overflow area that you can then promote Pemberitahuan overflow: Secara default ikon akan muncul di sebuah wilayah yang melimpah Anda kemudian dapat mempromosikan

Interestingly a very popular change to Notification Area isn’t about reducing noise, but rather showing more information. Menariknya yang sangat populer untuk mengubah Notification Area tentang tidak mengurangi kebisingan, tetapi menampilkan informasi lebih lanjut. The default taskbar now reveals both the time and the date. Default taskbar sekarang menyatakan baik waktu dan tanggal. Finally! Akhirnya!

Overlay Icons and Progress Bars Ikon dan overlay Progress Bar

Cleaning the Notification Area warrants us to consider other ways that programs can surface important information. Pembersihan Pemberitahuan Area menjamin kita untuk mempertimbangkan cara lain yang dapat program permukaan informasi penting. We’ll always had overlay icons throughout Windows (eg to show shortcuts in Explorer) so we decided to bring this functionality to the taskbar. Kami akan selalu memiliki ikon overlay sepanjang Windows (misalnya untuk menampilkan pintas dalam Explorer), jadi kami memutuskan untuk membawa fungsi ini ke taskbar. An icon can now be shown over a program’s taskbar button. Ikon kini dapat ditampilkan lebih dari satu program taskbar tombol. Furthermore, programs can also give feedback about progress by having their taskbar button turn into a progress bar. Selain itu, program juga dapat memberikan umpan balik mengenai kemajuan mereka dengan tombol taskbar menjadi kemajuan bar.

Windows 7 Progress Bar

Fig 8. Ara 8. Progress Bars: Explorer utilizes taskbar progress to show a copy operation in process Kemajuan Bar: Explorer memanfaatkan kemajuan taskbar untuk menampilkan salinan operasi dalam proses

A program can now easily show an icon or progress in context of its taskbar button which furthers the one place, one button philosophy of the taskbar. Suatu program dapat dengan mudah menampilkan ikon atau kemajuan dalam konteks dari taskbar tombol yang furthers di satu tempat, satu tombol filosofi dari taskbar.

Color Hot-track Hot warna-lagu

Color hot-track is a small touch that typifies the new taskbar’s personality. Warna hot-lagu adalah sentuhan kecil yang typifies baru dari taskbar pribadinya. When a person moves her mouse over a running program on the taskbar, she will be pleasantly surprised to find that a light source tracks her mouse and the color of the light is actually based on the icon itself. Ketika orang bergerak dia mouse program yang berjalan pada taskbar, dia akan senang terkejut menemukan bahwa sumber cahaya trek dia mouse dan warna terang sebenarnya berdasarkan ikon sendiri. We calculate the most dominant RGB of the icon and dynamically paint the button with this color. Kami menghitung yang paling dominan dari ikon RGB secara dinamis dan tombol dengan cat warna ini. Color hot-track provides a delight factor, it offers feedback that a program is running and it showcases a program’s icon. Warna hot-lagu kesukaan menyediakan faktor, maka umpan balik yang menawarkan sebuah program sedang berjalan dan menampilkan program dari ikon. We’ve always believed that programs light up the Windows platform and now, we’re returning the favor. Kami selalu percaya bahwa program terang atas platform Windows dan sekarang, kami kembali dengan nikmat.

Windows 7 Color Hot-track

Fig 9. Fig 9. Color Hot-track: moving the mouse across a running window reveals a dynamically colored light effect Hot warna-lagu: pindah mouse berjalan di sebuah jendela yang menyatakan secara dinamis efek warna terang

Start Menu Awal Menu

Vista introduced several changes to the Start Menu so we decided to minimize churn to this UI in Windows 7. Vista memperkenalkan beberapa perubahan pada Start Menu sehingga kami memutuskan untuk meminimalkan churn ke UI ini dalam Windows 7. Notable improvements include the availability of Jump Lists and a better power button that defaults to Shutdown, but makes it easy to customize. Terkemuka perbaikan termasuk ketersediaan Langsung Daftar yang lebih baik dan daya yang default ke tombol Shutdown, tetapi membuatnya lebih mudah untuk menyesuaikan.

Different, Yet Familiar Berbeda, Namun Familiar

Despite all the features of the new taskbar, it is worthwhile noting the UI retains its familiarity. Walaupun semua fitur baru taskbar, hal ini berguna mencatat UI yang tetap dan keakraban. We like to describe our work as evolutionary, not revolutionary. Kami ingin menjelaskan kami bekerja sebagai evolusioner, tidak revolusioner. The taskbar continues to be a launch surface, a window switcher and a whisperer of notifications. Taskbar yang terus menjadi yang memulai permukaan, sebuah jendela switcher dan pemberitahuan dari Whisperer. Whether one is relatively new to Windows or a seasoned pro, we realize change comes at a cost. Apakah ada yang relatif baru untuk Windows atau pro yang berpengalaman, kami menyadari perubahan datang pada biaya. It is for this reason that we took the time to carefully evaluate feedback, we performed numerous studies to validate our designs and finally, we will continue to provide scoped settings that keep the UI flexible. Adalah untuk alasan ini, kami mengambil waktu untuk mengevaluasi tanggapan hati-hati, kami melakukan berbagai kajian untuk memvalidasi desain dan akhirnya kami, kami akan terus memberikan scoped pengaturan yang memelihara UI fleksibel.

We hope this post provided more insight into the new Windows 7 taskbar. Kami berharap ini lebih banyak disediakan wawasan baru ke dalam Windows 7 taskbar. Expect future discussions on our design process, how we tested our features and advanced functionality for all you enthusiasts. Mengharapkan masa depan kami berdiskusi tentang proses desain, bagaimana kita diuji dan kami fitur canggih untuk anda semua para.

– Chaitanya – Chaitanya

Dikutip Dari :

http://blogs.msdn.com/e7/archive/2008/11/20/

happy-anniversary-windows-on-the-evolution-of-the-taskbar.aspx


Tips dan Cara Login Account Email Yang Aman Dari Hacker

Setiap kita hendak membuka email sebaiknya kita harus waspada dan berhati-hati untuk tidak sembarangan login di sembarang tempat tanpa mempehitungkan aspek keamanan. Keteledoran bisa saja mengakibatkan password anda dapat diketahui oleh orang lain baik yang berpengalaman maupun yang tidak berpengalaman. Biasanya para hacker/cracker alamat email yang telah berhasil mendapatkan password dan masuk ke dalam email korban akan membaca email pribadi, menghapus email, mengganti setting, mengirim email jahat, bahkan mengganti password dan juga bisa jadi mendelete alamat email anda untuk selama-lamanya. Untuk itulah kita harus berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan password alamat e-mail kita.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga passwod kita tidak diketahui oleh orang lain :

1. Ganti passwod email anda dengan yang sulit ditebak
Hindari pemakaian password yang pendek dan merupakan kata-kata umum yang terdapat pada kamus, baik kamus bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Biasanya hacker email akan mencoba satu persatu kata-kata yang berada di kamus untuk membuka email kita. Sebaiknya menggunakan password yang terdiri dari 6 karakter atau lebih. Lebih panjang lebih baik, namun jangan sampai kita lupa dengan password kita sendiri. Kemudian selipkan atau masukkan karakter-karakter yang bukan huruf atau angka ke dalam password kita. Bisa juga dengan mengkombinasikan huruf besar dan kecil pada password.

2. Hati-hati jika membuka alamat email dari tempat umum
Jika kita membuka e-mail dari kantor, warnet, rumah teman, rumah sodara, tetangga, dan sebagainya yang bukan komputer personal kita sendiri sebaiknya kita tidak mengetik langsung passwod melalui keyboard. Terkadang orang yang kita kenal maupun tidak kenal bisa memasang dan menginstall program mata-mata yang dapat mengetahui apa saja yang anda ketik di keyboard dan mengirimkannya ke email yang telah di set. Cara mengatasinya adalah bisa dengan program maouse keyboard yang ada di windows XP atau bisa kita pasang atau bawa sendiri dari disket atau cd atau dari mouse keyboard online di internet. Cara menggunakannya adalah dengan mengklik tombol-tombol yang tersedia pada perogram tersebut yang ditujukan ke form isian password. Cara lainnya adalah dengan copy paste dari tilisan yang ada ataupun yang telah kita siapkan. Jangan lupa mengacak password tersebut agak jangan sampai terbaca dan dapat dipahami orang lain yang membacanya. Buat website atau blog sederhana yang bersisi sandi-sandi yang hanya anda yang dapat memahaminya. Lalu copy paste saja dari sandi-sandi yang akan membentuk password alamat e-mail anda.

3. Hati-hati membuka email di komputer pribadi anda
Jalankan program-program anti virus ataupun anti spyware yang sudah update tidak lebih dari 2-3 bulan. Plus jalankan selalu program firewall ketika berselancar di internet untuk memblokir koneksi-koneksi yang tidak diinginkan baik dari dalam komputer kita maupun dari luar yang biasanya bertujuan buruk kepada kita. Program set yang saya rekomendasikan adalan AVG anti virus, Ad-Aware anti spyware dan McAfee firewall. Sering-seringlah menjalankan aplikasi tersebut dengan update definition dan patch untuk mengeliminasi segala kemungkinan masuknya virus dan spyware yang tidak kita kehendaki.

4. Ganti passwod alamat email anda secara berkala
Dengan mengganti secara berkala maka akan menyulitkan orang-orang yang hendak take over email anda. Namun sekali lagi jangan sembrono sehingga lupa dengan passwod anda.

5. Bedakan password account email yang satu dengan yang lain
Mengan begitu maka apabila salah satu account email kita jatuh ke tangan hacker maka kita memiliki email cadangan yang sudah lama kita gunakan.

6. Login pada website yang benar
Lihat pada browser kita apakah alamat untuk login ke dalam email kita sudah benar. Jangan sampai kita memasukkan passwod di website yang sengaja dibuat mirip untuk menjebak kita. Pahami betul sistem path penamaan address url yang biasa kita lewati. Jika anda curiga sebaiknya jangan login dan tanyakan ke orang lain yang lebih paham.

7. Gaul dong
Rajin mencari tahu perkembangan email hacking di situs-situs atau di mailing list. Dari waktu ke waktu para hacker akan menemukan dan menyempurnakan tehnik jahatnya untuk membuat anda sengsara karena kehilangan akses masuk ke email kita.

Jika anda telah kehilangan akses untuk masuk ke dalam alamat email anda maka gunakan tehnik recovery dengan memasukkan data-data yang ditanyakan serta mengklik link-link yang diperintahkan penyedia layanan email. Jika anda lupa dengan data tersebut atau data tersebut telah dirubah oleh hacker, maka segera ucapkan bye-bye dan selamat tinggak kepada alamat email lama anda dan segera buat alamat email baru dan jangan lupa untuk belajar dari kesalahan anda.

Semoga tips ini dapat berguna bagi kita semua ?

Web Hosting Gratis Jaringan IIX di Indonesia dari Indosat 12 CO.ID

Hosting gratis di http://webhosting.i2.co.id memberikan space 5 mb untuk berbagai keperluan anda. Tetapi sayangnya hosting tersebut tidak menyertakan bahasa scripting maupun database seperti php, asp, python, perl, mysql, postgre sql dan lain sebagainya.

Namun jaringan Indosat I2.CO.ID sudah terhubungan dengan jaringan IIX atau Indonesia Internet Exchange yang dapat mempercepat akses anda maupun pengunjung situs anda berkali-kali lipat dibandingkan dengan menggunakan hosting non IIX. Tetapi tergantung juga dengan akses internet anda dan pengunjung anda, karena harus sama-sama terhubung IIX. Namun sebagian besar ISP di Indonesia sudah terhubung IIX karena dapat menghemat bandwidth yang harganya sangat mahal di Indonesia.

Dengan Space 5 MB apa yang dapat anda lakukan :
– Membuat CV
– Membuat homepage pribadi anda dan keluarga
– Picture, image dan photo storage yang bisa hotlinking untuk situs anda, avatar forum, koleksi, dll.
– Membuat website tema bebas bagi yang masih pemula.

Cara :
Kunjungi situs Indosat I2.CO.ID dan register account baru dan jangan lupa untuk konfirmasi email.

Yang tidak boleh anda lakukan : “Dilarang keras menggunakan fasilitas IM2 Web Hosting untuk menampilkan informasi, gambar ataupun materi lain yang berhubungan dengan pornografi, hacking, cracking ataupun kejahatan Internet lainnya.”

Kunjungi Situs : http://webhosting.i2.co.id